makalah

January 25, 2010 at 2:00 pm | Posted in tulisanku | Leave a comment

Halaman Pengesahan
Karya Ilmiah remaja dengan judul “Pertumbuhan Kecambah dengan Intensitas Cahaya Yang Berbeda-beda” telah diterima dan disahkan pada;

hari :
tanggal :
tempat :
Oleh

Mengetahui yang menyetujui
Wali Kelas Pembimbing

. .
NIP : NIP :

Mengetahui

.
NIP. ………………………………….

Kata Pengantar

Dengan rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis ini dengan baik.
Perkembangan dan pertumbuhan kecambah sangat dipengaruhi oleh peranan cahaya matahari. Untuk mendapat hasil yang baik pertumbuhan kecambah harus menggunakan cahaya tidak langsung.
Tujuan Karya Ilmiah ini adalah untuk melengkapi tugas bahasa Indonesia dan agar orang bisa membandingkan pengaruh cahaya langsung dan tidak langsung terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal.
Penulis menyadari, masih banyak dari dunia pertumbuhan kecambah yang belum terungkap, untuk itu penulis mengharap adanya saran dan kritik yang membangun demi perbaikan isi buku ini.
Semoga isi buku ini berguna bagi pembaca Amin.

Daftar Isi
Halaman Judul …………………………………………………………………… i
Halaman Pengesahan ………………..…………………………………………… ii
Kata Pengantar …………………………………………………………………… iii
Daftar Isi ………………………………………………………………………… iv
Abstrak …………………………………….……………………………………… vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………………………………………. 1
B. Ruang Lingkup ………………………………………………………………………………. 1
C. Tujuan dan Manfaat …………..…………………….…………………… 2
D. Alasan Pemilihan Judul …………………………………………………… 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori …………………………………………………………… 3
B. Rumusan Masalah ……………………………………………………….. 5
C. Hipotesis …………………………………………………………………. 5
BAB III METODE PENELITIAN
A. Objek Penelitian …………………………………………………………. 6
B. Tempat dan Waktu Penelitian …………………………………………… 6
C. Jadwal dan Prosedur Penelitian …..……………………………………… 7
D. Alat Pengumpul Data ……………………………………………………. 8
E. Metode Penelitian ………………………………………………………… 8
BAB IV PEMBAHASAN
A. Sekilas tentang Kecambah Kacang Hijau ……………………..……….. 10
B. Pembuatan Kecambah Kacang Hijau dengan Intensitas Cahaya yang Berbeda-beda …………………………………………………………… 12
C. Manfaat Kecambah Kacang Hijau ……………………………………… 16
D. Efek Samping Pencahayaan terhadap Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau ……………………………………………………………………. 16
BAB V ANALISIS DATA ……………………………………………… 17
BAB VI PENUTUP ……………………………………………………… 20
A. Kesimpulan …………………………………………………………….. 20
B. Saran ……………………………………………………………………. 20
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 22

Abstrak
Nama : iin fatchul jannah
Prodi/Jurusan : Pendidikan Fisika
Fakultas : FPMIPA
Pembimbing : Ermi Andriani M
Kata Kunci : Pertumbuhan, kecambah, kacang hijau, cahaya.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena masih banyak orang membuat kecambah kacang hijau dengan cara kenvensional, padahal berhasil tidaknya kecambah kacang hijau dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari lingkungan seperti sinar matahari yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau.
Penulis melakukan penelitian kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Masing-masing pot diletakkan ditempat gelap (tidak terkena cahaya), ditempat remang-remang (Berada didalam rumah), ditempat yang terang (terkena cahaya langsung).
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, cahaya tidak langsung sangat baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau. Sedangkan cahaya langsung menghambat laju pertumbuhan kecambah kacang hijau.

BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu juga dengan pertumbuhan kecambah kacang hijau juga mengalami hal tersebut. Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang bersifat permanen (tetap) dan tidak dapat dibalik, sedangkangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju dewasa. Biji kacang hijau dikatakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan jika sudah mulai berkecambah.
Banyak orang membuat kecambah kacang hijau dengan cara konvensional, padahal pertumbuhan kecambah kacang hijau akan cepat mengalami perkembangan dan pertumbuhan dengan rangsangan yang berasal dari lingkungan seperti cahaya matahari yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah kacang hijau.

B. Ruang Lingkup
Sesuai dengan latar belakangnya, maka penulis mengambil topik pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Penulis membatasi pembahasan meliputi :
– Pemilihan media
– Pemilihan bibit
– Pencahayaan
– Penyiraman.

C. Tujuan dan Manfaat
Tujuan tentang penilitian ini agar :
– Orang bisa membandingkan pengaruh cahaya langsung dan tidak langsung terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
– Mutu kecambah lebih baik.
Adapun manfaat penelitian ini untuk :
– Meningkatkan hasil kecambah
– Meningkatkan pengetahuan tambahan tentang pencahayaan yang baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau.

D. Alasan Pemilihan Judul
Karena masih banyak orang membuat kecambah dengan cara konvensional (turun temurun dari nenek moyangnya dulu) padahal berhasil tidaknya kecambah dipengaruhi oleh penyinaran sinar matahari.

BAB II
Landasan Teori, Rumusan Masalah, dan
Hipotesis

A. Landasan Teori
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis juga membutuhkan landasan teori untuk memperkuat data-data yang telah penulis peroleh. Landasan teori itu adalah adanya beberapa pengertian dibawah ini ;
1. Biji Kacang Hijau
Biji kacang hijau adalah biji tumbuhan polong-polongan yang tidak memiliki endosperma (Syamsuri dkk, 2007 ; 3). Didalam biji terdapat calon individu baru yang dilengkapi dengan cadangan makanan. Sebuah biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula yang akan tumbuh menjadi akar dan plumula yang akan tumbuh menjadi kecambah.
2. Kecambah Kacang Hijau
Kecambah adalah peristiwa munculnya tumbuhan kecil (plantula) dari dalam biji (Hartono, 2007 ; 3). Menurut sujadi kecambah adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru (Sujadi, 2007 ; 15). Berdasarkan dua pendapat diatas, maka kecambah adalah proses munculnya embrio dari dalam biji yang mempunyai kemampuan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Perubahan embrio saat mengalami perkecambahan biji diawali dengan proses penyerapan air oleh biji yang disebut imbisi. Masuknya air kedalam biji memacu aktivitas hormon gibrelin dan akan menyebabkan biji pecah dan terjadilah proses perkecambahan yang ditandai dengan munculnya plantula dari dalam biji.
3. Cahaya
Pertumbuhan kecambah kacang hijau dipengaruhi oleh faktor cahaya. Cahaya adalah sumber energi fotosintesis (Syamsuri dkk, 2007 ; 6). Menurut Sudjadi, cahaya adalah faktor pengendali pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan terutama penyebab berlangsungnya fotosintesis (Sudjadi, 2005 ; 20). Berdasarkan dua pendapat diatas cahaya adalah sumber energi fotosintesis yang dapat mempengaruhi perkembangan tumbuhan. Tumbuhan yang kekurangan cahaya akan menyebabkan batang tumbuh lebih panjang, lembek, kurus dan sebaliknya. Cahaya juga merangsang perkembangan xilem, sehingga mempengaruhi perkembangan batang.
4. Kapas
Kapas dapat dijadikan sebagai media tanam, karena kapas memiliki daya serap yang tinggi. Kapas yang bisa digunakan adalah kapas yang lembab, karena kelembaban mempengaruhi kerja enzim untuk berkecambah.
(Sudjadi, 2005 ; 25)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis tentang pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut ;
1. Bisakah kapas menjadi media pertumbuhan kacang hijau walaupun tanpa air?
2. Apakah pencahayaan baik bagi pertumbuhan kecambah kacang hijau?

C. Hipotesis
Setelah melakukan penelitian tentang pertumbuhan kecambah kacang hijau ternyata pencahayaan sangat mempengaruhi pertumbuhan kecambah kacang hijau. Media kapas memiliki daya serap air yang banyak, sehingga air dalam jumlah tersebut baik bagi biji untuk berkecambah. Sebaliknya jika media kapas kekurang air atau kering, dapat memperlambat pertumbuhan.

BAB III
Metode Penelitian

A. Objek Penelitian
Objek penelitian tentang pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda ini meliputi ;
1. Variabel terikat yaitu biji kacang hijau
2. Variabel bebas yaitu intensitas cahaya yang berbeda-beda.
Objek penelitian ini juga menggunakan 3 pot yang terbuat dari botol aqua bekas yang dipotong setinggi 3 cm. Masing-masing pot diberi kapas sebagai medianya dang masing-masing pot diisi 5 butir kacang hijau.
– Pot A ditempat terang
– Pot B ditempat remang-remang
– Pot C ditempat gelap

B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian mengenai pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda ini penulis laksanakan di sekolah dan di rumah. Adapun waktu penilitian dilaksanakan penulis bulan Juli sampai bulan September.

C. Jadwal dan Prosedur Penelitian
Penelitian tentang pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda dilaksanakan penulis menurut jadwal yang telah ditentukan dan dirancang penulis mulai bulan Juli sampai bulan September.
Tabel; Jadwal dan Prosedur Penelitian
No. Kegiatan Waktu Tempat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

8.
9. Penentuan topik
Mencari bahan materi
Menentukan judul
Analisis data
Persiapan bahan penelitian
Percobaan
Penyelesaian karya tulis hingga bab akhir
Pengetikan, editing, print
Pengumpulan karya tulis Juli
Juli
Juli
Agustus
September
September
Februari

April
di Sekolah
di Rumah
di Rumah
di Rumah
di Rumah
di Rumah
di Rumah

D. Alat Pengumpul Data
Alat yang digunakan penulis sebagai penelitian adalah;
1. Lembar Pengamatan
Lembar pengamatan ini berupa pengamatan yang telah dilakukan penulis.

2. Lembar Pertanyaan atau Wawancara
Lembar pengamatan ini berupa pertanyaan dan jawaban bebas.
3. Lembar Angket
Lembar pengamatan ini berupa angket mengenai pendapat masyarakat tentang kecambah kacang hijau dengan cara konvensional derta dengan cara rangsangan sinar matahari.

E. Metode Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ini penulis menggunakan empat metode yang dibutuhkan untuk mendapatkan keterangan. Adapun metode-metode tersebut antara lain;
1. Metode Percobaan
Metode ini penulis gunakan untuk mencoba secara langsung membuat kecambah dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda.
2. Metode Pengamatan
Metode ini penulis gunkan untuk mengamati secara langsung pengaruh intensitas cahaya yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.
3. Metode Penelitian
Metode ini penulis gunakan untuk meneliti pengaruh intensitas cahaya yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.

4. Keperpustakaan
Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data dengan jalan membaca buku-buku tentang pertumbuhan dan perkembangan yang ada kaitannya dengan pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda.

BAB IV
Pembahasan

A. Sekilas tentang Kecambah Kacang Hijau
Banyak orang membuat kecambah kacang hijau dengan cara konvensional, padahal pertumbuhan kecambah kacang hijau akan cepat mengalami perkembangan dan pertumbuhan dengan rangsangan yang berasal dari lingkungan seperti cahaya matahari.
Pertumbuhan kecambah diawali dengan munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses tersebut juga diawali dengan penyerapan air oleh biji yang disebut imbisi. Masuknya air saat menyerap biji dan menyebabkan biji pecah dan akan mengakibatkan terjadi proses perkecambahan.

1. Pemilihan Media
Media yang digunakan sebagai media tanam kecambah kacang hijau adalah media kapas, karena kapas memiliki daya serap air yang tinggi, Jadi dapat digunakan sebagai media tanam. Selain kapas, tanah juga bisa dijadikan sebagai media tanam, jika tanahnya subur dan berhumus.

2. Pemilihan Bibit
Pemilihan bibit sangat penting untuk menghasilkan hasil yang baik pula. Bibit yang baik adalah bijinya tidak keropos, tidak berlubang, bijinya utuh, besar, dan tidak rusak. Jika biji rusak, maka pertumbuhannya tidak maksimal. Oleh sebab itu pemilihan bibit sangat penting agar pertumbuhannya menjadi maksimal.

3. Pencahayaan
Pencahayaan yang cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah cahaya tidak langsung, karena cahaya tidak langsung akan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau. Penempatan cahaya tidak bisa ditempatkan didalam kardus tertutup dengan sedikit cahaya.
Sedangkan pencahayaan yang tidak cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah cahaya langsung, karena cahaya langsung dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau, sehingga cahaya langsung tidak cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau.
Gambar 1.1
Cahaya dimasukkan kedalam kardus dan mendapat cahaya tidak langsung

Gambar 1.2
Kecambah diletakkan didekat jendela dan mendapat cahaya remang-remang

Gambar 1.3
Kecambah mendapat cahaya langsung

4. Penyiraman
Penyiraman memang peran penting untuk menjaga pertumbuhan kecambah. Namun demikian penyiraman tidak boleh terlalu berlebihan, dan air tidak boleh sampai tergenang. Penyiraman dilakukan satu kali dalam satu hari, pada waktu sore hari. Penyiraman bisa dilakukan dengan menggunkan semprot air agar air tidak terlalu berlebihan. Apabila media masih basah, penyiraman tidak perlu dilakukan. Penyiraman yang terlalu banyak membuat kecambah menjadi busuk.

B. Pembuatan Kecambah Kacang Hijau dengan Intensitas Cahaya yang Berbeda-beda
1. Alat dan Bahan
Alat
• Semprot air
• 4 botol aqua yang dipotong setinggi 3 cm
• Penggaris
• Mangkok untuk merendam biji kacang hijau
Bahan
• Biji kacang hijau sebanyak 20 butir
• Kapas putih secukupnya
• Air untuk merendam biji kacang hijau

2. Proses Pembuatan
• Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan
• Merendam biji kacang hijau dengan air 100 ml selama 15 menit
• Mengambil kapas secukupnya lalu membasahi kapas dengan air rendaman biji kacang hijau
• Meletakkan kapas secukupnya kedalam masing-masing botol aqua yang telah dipotong setinggi 3 cm dan mengusahakan air rendaman didalam kapas tidak tergenang atau media becek.
• Meletakkan biji kacang hijau yang telah direndam diatas media kapas, masing-masing aqua/pot diisi 5 butir kacang hijau
• Meletakkan 1 aqua/pot A ditempat gelap (tidak terkena cahaya matahari)
• Meletakkan 1 aqua/pot C ditempat yang remang-remang
• Meletakkan 1 aqua/pot B ditempat terang (terkena cahaya matahari)
• Lalu mendiamkan selama 3 hari dan menyiramnya setiap hari satu kali
• Setelah 3 hari, kemudian melakukan pengamatan dan pengukuran kecambah kacang hijau.

3. Hasil Penelitian
Setelah penulis melakukan penelitian, maka diperoleh hasil sebagai berikut;
Tabel; pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda

Pot Panjang (cm)
Hari 1 Hari 2 Hari 3
Pot A (tidak terkena cahaya) 1.43 3.50 5.32
Pot B (cahaya langsung) 1.35 1.8 2.1
Pot C (remang-remang) 0.9 2.23 4.73

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kecambah kacang hijau akan cepat mengalami pertumbuhan dan perkembangan jika ditempatkan ditempat cahaya tidak langsung.

C. Manfaat Kecambah Kacang Hijau
Selain untuk dimakan, kecambah kacang hijau yang bersifat alkali (basa) sangat baik untuk menjaga keasaman lambung memperlancar percenaan. Kecambah kacang hijau juga juga baik untuk kecantikan, yaitu membantu peremajaan, menghaluskan kulit, menghilangkan flek hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, dan melangsingkan tubuh.

D. Efek Samping Pencahayaan terahadap Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau
Pada dasarnya cahaya langsung dari sinar matahari sangat menghambat pertumbuhan kecambah kacang hijau. Dampaknya seperti pertumbuhan lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, tetapi daunnya berkembang biak dan warnanya hijau. Sedangkan yang tidak terkena cahaya langsung, dampaknya menjadi pertumbuhan kecambah kacang hijau lebih cepat dengan kondisi relatif panjang, tapi daunnya berwarna kuning. Jadi jika ingin mendapatkan pertumbuhan kecambah lebih cepat sebaiknya dengan kondisi tidak terkena sinar matahari agar pertumbuhannya cepat.

BAB V
Analisis Data

Pada bab II penulis telah membuat hipotesis tentang “Pertumbuhan Kecambah dengan Intensitas Cahaya yang Berbeda-beda” sebagai berikut;
1. Media kecambah kacang hijau harus dapat menyerap air
2. Pertumbuhan kecambah kacang hijau sangat dipengaruhi oleh pengaturan cahaya.
Dibawah ini penulis telah membuktikan hipotesis tersebut ;
1. Media
Pertumbuhan
Media yang menyerap air (menggunakan kapas)
Media tidak menyerap air (menggunakan batu) Mengalami pertumbuhan dengan laju yang semakin panjang
Tidak mengalami pertumbuhan

Hipotesis diatas benar dari hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa media yang dapat menyerap air seperti media kapas sangat cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau, karena kapas memiliki daya serap air yang tinggi sehingga kecambah dapat berkembang secara maksimal.
Sedangkan media yang tidak menyerap air seperti batu tidak cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau, karena media batu tidak bisa menyerap air sehingga tidak terjadi pertumbuhan sama sekali.

2. Pertumbuhan Kecambah yang dipengaruhi Oleh Cahaya

Pot Panjang (cm)
Hari 1 Hari 2 Hari 3
Pot A (tidak terkena cahaya) 1.43 3.50 5.32
Pot B (cahaya langsung) 1.35 1.8 2.1
Pot C (remang-remang) 0.9 2.23 4.73
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, pencahayaan yang cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah ditempat yang gelap (tidak terkena cahaya). Hipotesis tersebut benar dari penelitian yang penulis lakukan bahwa cahaya tidak langsung (ditempat gelap) sangat cocok, ini terlihat dari laju pertumbuhan kecambah kacang hijau.
Cahaya remang-remang sebenarnya juga cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau. Tetapi laju pertumbuhannya lebih cepat ditempat gelap daripada ditempat remang-remang.
Sedangkan pencahayaan yang tidak cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah cahayalangsung dari sinar matahari, karena cahaya langsung akan menghambat pertumbuhan kecambah kacang hijau. Hal tersebut terlihat dari laju pertumbuhannya sangat lambat.

BAB VI
Penutup

A. Simpulan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah penulis buat pada bab II maka dapat disimpulkan sebagai berikut;
1. Media yang cocok berikut penjelasannya;
Media yang cocok yaitu media yang dapat menyerap air secara maksimal. Media kecambah kacang hijau dapat menggunakan media kapas, karena kapas menyerap air secara maksimal dan hal tersebut sangat baik untuk kecambah kacang hijau

2. Pencahayaan yang cocok berikut penjelasannya;
Pencahayaan yang cocok untuk pertumbuhan kecambah kacang hijauadalah cahaya tidak langsung (ditempat yang gelap), dan hal ini telah dibuktikan oleh penulis, bahwa cahaya tidak langsung akan membuat laju pertumbuhan lebih maksimal daripada yang terkena cahaya langsung.

B. Saran
Setelah penulis melakukan pengamatan dari berbagai macam sudut, maka penulis memiliki saran kepada masyarakat sebagai berikut;
1. Seharusnya masyarakat memilih biji kacang hijau yang bagus agar memperoleh kecambah kacang hijau yang baik
2. Seharusnya kecambah kacang hijau ditempatkan di tempat yang gelap (tidak terkena cahaya langsung) agar memperoleh laju kecambah kacang hijau yang maksimal
3. Seharusnya media yang digunakan untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah media yang menyerap air.

Daftar Pustaka

Hartono dkk. 2007. Biologi SMA. Grasindo; Jakarta
Sembiring dkk. 2006. Biologi untuk Kelas XII. Sunda Kelapa Pustaka; Jakarta
Sudjadi. 2005. Biologi Sains dalam Kehidupan. Yudhistira; Surabaya

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: